Tegang di Dalam Tapi Tenang di Luar, Itulah PKS Dalam Menghadapi Keriuhan Pasangan Anies Baswedan - Cak Imin

- Kamis, 7 September 2023 | 06:00 WIB
Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi di Podcast AFU. (Tangkap layar Youtube Akbar Faizal Uncensored)
Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi di Podcast AFU. (Tangkap layar Youtube Akbar Faizal Uncensored)

AYOPALEMBANG.COM – Dalam kancah Politik Indonesia, PKS dianggap agresif seperti permainan Man City di EPL, baik itu dalam Pileg ataupun Pilpres.

Namun, lain ceritanya ketika menghadapi manuver PKB dan Nasdem yang tiba-tiba mengusung pasangan Anies BaswedanCak Imin.

PKS terlihat lebih santai dan percaya diri menuju Pilpres 2024, termasuk saat Surya Paloh memutuskan untuk memasangkan Cak Imin sebagai cawapres dari Anies Baswedan.

Anies Baswedan sudah lama diusung oleh Koalisi Nasdem, PKS, Demokrat dan AHY tersedia sebagai cawapres. Sayangnya, anak SBY itu ditikung tanpa lampu sein oleh Cak Imin yang merapat ke Surya Paloh.

Bergabungnya PKB ke koalisi pengusung Anies Baswedan dianggap momen yang pas oleh Surya Paloh. Tak butuh lama, terjadilah deklarasi capres – cawapres di Surabaya yang membuat keriuhan.

Demokrat mencabut dukungannya kepada Anies Baswedan dan memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap langkah Nasdem dan PKB.

Baca Juga: Pengamat Politik Ungkap Peran SBY di Partai Demokrat Kelewat Dominan, AHY Butuh Gaya Berpolitik yang Otentik

Beda cerita dengan PKS yang sama-sama dikejutkan dengan deklarasi Anies BaswedanCak Imin. Para kader partai ini terlihat tenang di luar, walaupun di internalnya banyak ketegangan.

PKS tetap mendukung Anies Baswedan sebagai capres dan menghargai kerjasama Nasdem dengan PKB yang menyebrang dari Koalisi pendukung Prabowo.

Terkait pasangan Anies BaswedanCak Imin hasil deklarasi Surabaya, PKS segera bersikap melalui Sidang Majelis Syuro yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dilansir AYOPALEMBANG.COM dari Channel Youtube Akbar Faizal Uncensored, Sekjen PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan bahwa dalam menghadapi situasi menuju Pilpres 2024 pihaknya bersikap sabar.

PKS mencalonkan Ahmad Heryawan yang berpengalaman sebagai Gubernur Jawa Barat dua periode sebagai cawapres.

Kader PKS itu memiliki citra yang cukup bagus, tetapi dalam menghadapi Pilpres 2024 perlu realistis dan sesuai dengan kebutuhan. Itu membuat mereka tidak terlalu obsesif serta tak memaksakan cawapres dari dalam.

Baca Juga: Bikin Bangga Sumsel, Kabupaten PALI Jadi Daerah Paling Inovatif di Indonesia

Halaman:

Editor: Gita Esa Hafitri

Sumber: Youtube Akbar Faizal Uncensored

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X